KOMPAS
Jumat, 23 Aug 1996
Halaman: 14
Penulis: VIK/KSP

Bambang Yudhoyono:
MAHASISWA BERPOLITIK KARENA
RASA TANGGUNG JAWAB
Jakarta, Kompas
Mahasiswa Indonesia secara umum memahami tantangan yang mereka
hadapi di masa kini dan masa depan. Jika mereka berkuliah dengan
tekun, pasti itu untuk menuju pilihan profesi yang mereka inginkan.
Sementara jika di antara mereka di samping berkuliah juga memberikan
perhatian terhadap masalah-masalah politik, itu dapat disebut sebagai
perwujudan tanggung jawab dan kepedulian mereka terhadap
masalah-masalah kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan.

Demikian penilaian yang dikemukakan Mayjen TNI Susilo Bambang
Yudhoyono dalam percakapan dengan Kompas di Jakarta pekan ini. SB
Yudhoyono hari Jumat (23/8) ini akan memangku jabatan baru sebagai
Panglima Kodam II Sriwijaya.

Kepadanya ditanyakan pengalaman pribadinya ketika menjadi Danrem
072/Pamungkas di Yogyakarta. Yudhoyono dikenal dekat dengan kalangan
mahasiswa dan kaum intelektual. Ia acap kali berdialog dengan mereka
di sela-sela tugasnya sebagai Danrem. Di kalangan militer, ia juga
dikenal sebagai salah seorang intelektual ABRI.

“Sesuatu yang harus kita mengerti adalah bahwa pada mereka-karena
usia dan lingkungannya-bersemi dan tumbuh subur berbagai idealisme,
kreativitas, harapan dan tuntutan. Mahasiswa kaya akan daya kritis.
Mahasiswa merasa dirinya terpanggil dan berkewajiban untuk melakukan
koreksi dan pembaharuan,” tutur perwira tinggi kelahiran Pacitan, Jawa
Timur, 9 September 1949 ini.

Semua realitas dan kondisi obyektif mahasiswa yang sarat dengan
idealisme dan semangat untuk berpartisipasi dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara itu menjadi amat bermanfaat,
ujarnya, bila dilakukan menurut sistem nilai dan tatanan yang berlaku,
menurut tatakrama dan aturan main yang disepakati, serta tetap
dipertahankan kemurniannya dan tidak termanipulasi atau tertunggangi
kepentingan-kepentingan lain.

“Masalahnya menjadi lain jika kegiatan mahasiswa mengabaikan dan
menyimpang dari norma dan tatanan itu semua. Yang tadinya berpikir
kritis-konstruktif dapat menjadi radikal-destruktif,” ujar lulusan
terbaik Akabri 1973 ini.

Bahaya jika dihasut
Yang paling membahayakan, menurut Yudhoyono adalah apabila
mahasiswa berhasil dihasut untuk ikut melakukan gerakan yang bertujuan
memaksakan kehendak dengan cara-cara kekerasan dan tindakan destruktif
lainnya yang menjurus kepada anarki. “Tentu terhadap hal demikian
tidak akan pernah diberi toleransi,” katanya.

Ia mengajak semua pihak untuk mencamkan dan melaksanakan
pernyataan Presiden Soeharto pada Pidato Kenegaraan pada Sidang DPR 16
Agustus, yang dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah manapun memikul
tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari tindakan anarkis, dari
mana pun datangnya dan apa pun alasannya.

Lalu, menurut Yudhoyono, menjadi misi semua pihak, termasuk
pemerintah dan para pemimpin perguruan tinggi serta para pembina
teritorial untuk mendorong dan mengarahkan daya kritis dan partisipasi
itu menjadi tepat tujuan, arah dan cara. Tentunya juga untuk mencegah
pemikiran dan langkah tindakan yang sebaliknya.

Karier militer
Yudhoyono adalah satu di antara perwira militer yang kariernya
cemerlang. Ia adalah lulusan Akabri 1973 pertama yang meraih satu
bintang dan kini juga yang pertama meraih dua bintang. Masih banyak
rekan seangkatannya yang masih perwira menengah.

“Ini anugerah Tuhan dan kami sekeluarga tak henti-hentinya
bersyukur. Saya juga amat berterima kasih kepada pimpinan ABRI dan
Angkatan Darat atas kepercayaan ini. Kehormatan dan kepercayaan ini
akan saya pertanggungjawabkan di medan tugas,” tuturnya. (vik/ksp)

Foto:
ksp
SB Yudhoyono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s