KOMPAS
Minggu, 14 Jul 1996
Halaman: 4
Penulis: KSP

SEMUANYA BERKAT DUKUNGAN KUAT PEMERINTAH

PADA awalnya, Pemerintah Singapura juga menghadapi persoalan berat
dalam pembangunan perumahan. Ini dianggap wajar karena pemerintahan
Singapura masih muda usia, sehingga masalah pengangguran dan perumahan
pun muncul ke permukaan. Di mana-mana ada kawasan kumuh.

HDB (the Housing and Development Board) yang dibentuk pada 1 Februari
1960, bertugas membangun perumahan yang layak untuk rakyat Singapura.
Dengan program pembangunan perumahan yang matang, dalam waktu 35
tahun, HDB sudah membangun hampir 700.000 unit flat atau rumah susun
di seluruh pelosok Singapura, yang dihuni sekitar 86 persen penduduk
Negeri Singa itu.

Keberhasilan HDB membangun flat yang nyaman bagi penghuninya itu,
tentu saja berkat dukungan kuat Pemerintah Singapura, terutama dalam
penyediaan anggaran, untuk bisa membangun perumahan dengan semua
pendukung kegiatannya.

HDB menerima dua bentuk pinjaman dari pemerintah. Pertama, Pinjaman
Pembangunan Perumahan (the Housing Development Loan, HDL) untuk
program pembangunan dan operasi; dan Pinjaman Pembiayaan Hipotek (the
Mortgage Financing Loan, MFL) di mana memungkinkan HDB untuk
memberikan pinjaman hipotek kepada pembeli flat (rumah susun). Dengan
bantuan developer dan bank, HDB memberi kemudahan bagi masyarakat
Singapura yang akan membeli flat.

HDB menerima bantuan dana setiap tahun dari pemerintah untuk menutup
defisit dari pembangunan perumahan. Selain itu, Pemerintah Singapura
juga memberikan dukungan legislatif yang sangat penting. Pertama,
Undang-undang Penerimaan/Tambahan Tanah (Land Acquisition Act, LAA).

Pada tahun 1967, pemerintah membuat undang-undang ini yang memberikan
wewenang bagi HDB, yang bisa memperoleh tanah swasta untuk program
pembangunan perumahan rakyat dan program-program pembangunan lainnya.
UU ini bersama kebijakan pemindahan tempat tinggal/relokasi yang cukup
sensitif, memungkinkan HDB membersihkan penghuni liar dan
daerah-daerah kumuh dengan lancar. Di bekas daerah itu kemudian HDB
membangun flat-flat baru yang nyaman.

Kedua, Undang-undang Pembangunan dan Perumahan (the Housing and
Development Act, HDA). Undang-undang yang lahir pada tahun 1960 ini
memberi HDB kekuasaan hukum yang sah dalam masalah-masalah perumahan
rakyat.
***

PADA tahun 1964, pemerintah memperkenalkan Pola Kepemilikan Rumah
(Home Ownership Scheme, HOS) untuk memberi warga negara Singapura
sebuah aset di negerinya sendiri. Pola ini sebagai salah satu usaha
untuk mengamankan keuangan dan membendung inflasi. Pola ini juga
membantu menyumbang stabilitas politik, sosial dan ekonomi negara.

Untuk memudahkan warga Singapura membeli dan memiliki sebuah flat, HDB
memperkenalkan persyaratan. Sejak tahun 1968, the Central Provident
Fund (Amandement) Act atau Undang-Undang (Amandemen) Dana Hari Esok
memperbolehkan para pembeli flat menggunakan tabungan Dana Hari Esok
mereka untuk 20 persen uang muka, dan membayar setiap bulan dengan
pinjaman hipotek.

Setiap sembilan dari 10 orang Singapura yang memenuhi syarat dapat
menikmati rumah yang dibangun HDB, yang berarti menerima subsidi
pemerintah. Dengan plafon penghasilan paling tinggi 8.000 dollar
Singapura (Rp 13,6 juta) per bulan untuk keluarga inti dan 12.000
dollar Singapura (Rp 20,4 juta) per bulan untuk keluarga besar, warga
Singapura dapat membeli rumah/flat yang dibangun HDB.

Pembeli flat dapat memilih, mau mencicil pembayaran flat dalam waktu
lima tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun atau bahkan 25 tahun. Suku
bunga yang ditentukan HDB, biasanya lebih rendah dibandingkan di
pasaran.

Untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah, Pemerintah
Singapura membuat empat pendekatan agar mereka bisa membeli flat yang
dibangun HDB.

Pertama, menjual flat sewa untuk penyewa yang ada. Untuk membantu
seorang penyewa flat agar bisa memiliki flat yang ditempatinya, HDB
menawarkan potongan harga dari harga jual flat, maksimal 30 persen
atau 10.000 dollar Singapura (Rp 17 juta). Penyewa itu diberi pinjaman
hipotek sampai 100 persen dari harga flat yang sudah mendapat diskon,
untuk membantu proses pembelian flat oleh penyewa.

Kedua, agar flat-flat dapat dibeli oleh keluarga yang pendapatannya di
bawah 1.200 dollar Singapura (Rp 2.040.000) per bulan, HDB membeli
kembali flat dengan tipe tiga kamar di pasaran bebas, dan menjualnya
kepada mereka dengan harga yang sudah disubsidi.

Ketiga, untuk membantu keluarga-keluarga yang berpenghasilan rendah
agar bisa memiliki flat tipe empat kamar, HDB menawarkan mereka flat
empat kamar yang lebih kecil sedikit dari 90 meter persegi, dengan
harga 15 persen sampai 18 persen lebih rendah dari biasanya.

Kelima, seorang penyewa flat dapat mengajukan permohonan untuk membeli
sebuah flat HDB untuk pertama kalinya dalam waktu enam bulan sejak
namanya tercantum dalam daftar tunggu.
***

KEBIJAKAN Pemerintah Singapura dalam perencanaan dan pembangunan kota
baru yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum dan
infrastrukturnya, mau tak mau membuat HDB membangun flat-flat dengan
kualitas yang tinggi, apalagi permintaan akan flat semakin meningkat.

Hampir setiap kota baru dengan ribuan unit flat, kini dilengkapi
dengan pusat kota, taman bermain anak-anak, kolam renang, toko, pasar,
bioskop, perpustakaan, dan industri yang menyediakan pekerjaan bagi
penghuni kota baru tersebut.

Penghargaan Habitat Dunia pada tahun 1991 untuk perencanaan dan
pembangunan Kota Tampines misalnya, membuktikan HDB merupakan
pengembang pembangunan perumahan dengan standar internasional, yang
berhasil dan inovatif.

Dengan manajemen yang profesional, HDB kini memiliki 19 kantor cabang
di lokasi strategis untuk melayani pembeli dan penyewa flat. Sistem
desentralisasi ini memudahkan warga Singapura yang membutuhkan flat,
memperoleh pelayanan yang cepat.

Menjalani lebih dari tiga dekade dengan pengalaman di bidang perumahan
rakyat, HDB telah memenuhi kebutuhan dan aspirasi warga Singapura.
Perhatian terhadap perumahan rakyat kini bukan lagi sekadar penyediaan
“sebuah atap” namun sudah menjadi kualitas lingkungan hidup.

HDB tidak sekadar membangun flat, tapi juga mempunyai program
memperbarui kawasan lama (renewal of old estates) melalui
program-program Redevelopment, Selective En Bloc Redevelopment Scheme
dan Upgrading of Old Estates.

Dalam program Redevelopment, blok-blok apartemen/flat tua dengan satu
kamar atau dua kamar -yang biasanya disewa- diganti dengan blok-blok
baru dengan flat-flat tipe empat kamar, lima kamar dan eksekutif.
Flat-flat baru ini sangat disukai penghuni yang mengembangkan sebuah
rasa cinta dalam sebuah komunitas.

Program Selective En Bloc Redevelopment Scheme dimulai bulan Agustus
1995 lalu. Dengan pola baru ini, kawasan lama HDB dengan tingkat
hunian yang rendah atau pada blok-blok yang dipilih, dapat dibangun
kembali. Flat-flat baru ini ditawarkan lebih murah dari flat yang ada,
dan memungkinkan penghuni pindah ke flat baru di daerah yang sama.

Program Upgrading of Old Estates bertujuan menata kembali fasilitas di
kawasan tua HDB dengan standar di kota-kota baru.
Untuk memberi variasi dan pilihan dalam desain perumahan, HDB memulai
Pola Design & Build pada tahun 1991. Swasta diundang untuk ikut
tender dalam pembuatan desain flat perumahan rakyat.

Bulan Januari 1996, HDB mengumumkan sebuah tipe baru, flat Design Plus
yang diciptakan oleh arsitek-arsitek HDB. Dengan sejumlah inovasi
desain, flat-flat yang dibangun HDB telah mencapai tingkat lebih
tinggi dalam bidang arsitektur. Para penghuninya sekarang menikmati
desain yang lebih baik dengan banyak pilihan. (adhi ksp, dari Singapura)

Foto:
KOTA BARU TAMPINES – Sebanyak 63.000 unit flat dibangun di kawasan Kota Baru
Tampines. Ini merupakan kawasan HDB terbesar di Singapura. Kota ini dilengkapi
dengan berbagai fasilitas seperti perpustakaan, tempat bermain anak, taman
kota, poliklinik, rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi termasuk Politeknik
Temasek. Juga pertokoan swalayan, restoran, bioskop, pusat belanja, dan
perkantoran, gedung telekomunikasi. Selain itu kawasan ini dilengkapi pula
dengan stasiun MRT. Tampak flat-flat yang dibangun di kawasan Tampines dengan
desain terbaru.
Kembali ke atas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s