Arsip Tag: mengenali kejahatan

Mencegah Kejahatan dan Mengenali Pelakunya

KOMPAS
Minggu, 28 Aug 1994
Halaman: 12
Penulis: KSP

MENCEGAH KEJAHATAN DAN MENGENALI PELAKUNYA

SUATU hari Anda bertemu dengan seorang yang tidak dikenal,
dan perasaan Anda tidak enak. Jangan-jangan orang yang mendekati
Anda, seorang penjahat. Makanya, mulai hari ini, biasakanlah
mengamati orang lain. Hal ini penting, terutama jika suatu saat
polisi membutuhkan keterangan Anda untuk mengejar pelaku kejahatan.

Apalagi saat ini polisi sudah mampu menggambar wajah pelaku
kejahatan dari gambaran ciri-ciri yang disampaikan saksi. Gambar itu
dimasukkan ke dalam komputer dan disimpan sebagai data.

Nah, bagaimana mengenali ciri-ciri seseorang yang dicurigai
sebagai penjahat jalanan, dan bagaimana mencegah kejahatan sekaligus
menjadi “polisi” diri sendiri ?

* Perhatikan gerak-gerik orang yang dicurigai itu. Biasanya
ia tak mau ditatap wajahnya. Kalau melihat orang lain, ia tidak
menatap langsung, tapi biasanya secara sembunyi-sembunyi.

* Di tempat umum, biasanya orang tersebut gelisah dan tidak
tenang, serta ingin memanfaatkan waktu yang sempit untuk melakukan
operasinya.

* Jika di lingkungan sekitar, terlihat seorang atau beberapa
orang tak dikenal, jangan ragu-ragu menanyakan asalnya, apa
keperluannya dan maksud tujuan datang ke wilayah tersebut, apa yang
dapat dibantu, dan jangan lupa tanyakan identitasnya.

* Bagaimana cara mengidentifikasi ciri-ciri seorang pelaku
kejahatan ? Kenalilah bentuk tubuhnya: kekar, gemuk, kurus atau
sedang; tingginya kira-kira berapa; usianya ditaksir berapa; warna
dan jenis pakaian yang digunakan; alas kaki (sepatu, sandal atau
tanpa alas kaki). Perhatikan pula rambutnya (keriting atau lurus),
mata (juling, sipit, besar, hitam); hidung (pesek, mancung,
sumbing); berkumis atau tidak; tangan dan kakinya (apakah ada bekas
luka).

* Waspadalah jika Anda melintasi kerumunan orang yang sedang
duduk nongkrong, apalagi di sana tercium bau alkohol. Sebab situasi
seperti ini dapat menjadi sumber kriminalitas, penodongan,
perkelahian, penganiayaan. Jangan pula Anda bersikap menantang dan
bersikap reaktif berlebihan, sebab bisa membahayakan diri sendiri.

* Waspadalah jika Anda baru saja habis mengambil uang dalam
jumlah relatif besar dari bank. Amati situasi di sekeliling Anda.
Sebaiknya mintalah pengawalan polisi atau satpam.

* Jika Anda baru mengambil uang dari mesin ATM di sebuah bank,
perhatikanlah lingkungan sekitar. Amankan kartu ATM Anda, jangan
sampai nomor sandi rahasia (PIN) diketahui orang lain. Kalau kartu
hilang, segera lapor ke pihak bank supaya cepat diblokir.

* Janganlah mengenakan perhiasan yang mencolok kalau sedang
berjalan di tempat umum atau naik angkutan umum. Sebab bagaimanapun,
itu mengundang kejahatan.

* Pengguna angkutan umum hendaknya waspada terhadap para
pencopet yang mengincar isi tas Anda. Jika Anda memperoleh tempat
duduk, adakan komunikasi dengan orang terdekat, yang duduk dengan
kita. Hal ini untuk menjalin kontak batin, kendati dalam waktu
singkat. Ini pun berguna jika Anda mengalami gangguan di dalam
kendaraan umum itu.

* Jika Anda mengemudikan sendiri kendaraan, yakinkan semua
peralatan sudah lengkap. Sekiranya di tengah perjalanan, ban Anda
kempes, sebaiknya jalankan kendaraan hingga bertemu pada tempat yang
cukup ramai, setidaknya di pos-pos keamanan terdekat. Dari sana,
Anda dapat mengganti ban yang bocor dengan ban cadangan, atau
menitipkannya di sana. Sebab dewasa ini banyak modus operandi
kejahatan dengan cara menebarkan paku-paku, sehingga membuat ban
mobil Anda bocor. Pada saat yang demikian itulah, muncul orang-orang
yang menawarkan bantuan, dan minta bayaran tinggi. Kelompok-kelompok
penjahat ini sudah pernah ditangkap polisi.

* Pengemudi angkutan umum diharapkan memiliki keberanian
membelokkan kendaraannya ke halaman kantor aparat keamanan terdekat,
jika mengetahui di atas kendaraannya terjadi tindak kejahatan.
Jangan ragu-ragu menghentikan kendaraan di tempat yang ramai. Memang
lalu lintas akan macet, tapi yang penting pengemudi menyelamatkan
penumpang dari aksi kejahatan. Jika misalnya ada mobil patroli
polisi yang sedang melaju, jangan ragu-ragu untuk berhenti dan
menghadangnya, lalu mintalah bantuan polisi. Usahakanlah pelakunya
dapat ditangkap. Ini sudah dilakukan oleh beberapa sopir metromini
yang memiliki keberanian tinggi.

* Jika Anda meninggalkan rumah untuk waktu yang cukup lama,
hendaknya melaporkannya ke Ketua RT setempat, dan menitipkannya
kepada tetangga terdekat. Kalau ada pos kamling, titipkan pula ke
komandannya. Jika ada pos polisi, titipkanlah kepada kepala pos
polisi. Ini semua supaya rumah Anda dapat dikontrol. Jangan lupa,
nyalakan lampu di rumah seperlunya, terutama lampu yang dapat
menerangi tempat yang penting. Pastikan semua jendela dan pintu
sudah dikunci. Jika Anda meninggalkan kendaraan di garasi, matikan
semua sistem pembakarannya dan lengkapilah dengan kunci pengaman
tambahan.

* Jika misalnya Anda sedang berjalan kaki, tiba-tiba ditodong
oleh penjahat, apa yang harus dilakukan ? Segera sadarilah situasi
dan posisi saat itu. Manfaatkanlah waktu yang tepat untuk berteriak
minta tolong, atau lari sambil minta bantuan orang lain dengan
tujuan menangkap pelaku. Jika Anda merasa mampu menghadapi sang
penodong, hadapilah dengan tenang dan bekuklah penjahat itu dengan
kemampuan bela diri yang dimiliki, lalu serahkan ke aparat keamanan
terdekat. Tentunya, langkah yang diambil ini sudah memikirkan risiko
yang akan terjadi. (ksp)