Tag Archives: Bulan Sabit di Atas Bahgdad

Kolom Blog Adhi Ksp: Buku Baru Trias Kuncahyono dan James Luhulima

Kolom Blog Adhi Ksp

Buku Terbaru Trias Kuncahyono dan James Luhulima

MENULIS buku, mengapa tidak? Inilah yang dilakukan dua wartawan senior Harian Kompas, Trias Kuncahyono dan James Luhulima. Buku baru Trias (IAS) adalah “Bulan Sabit di Atas Baghdad“. Itu merupakan buku keem;pat yang ditulisnya selama bekerja di Kompas. Tiga buku IAS lainnya adalah “Dari Damascus ke Baghdad (Catatan Perjalanan)”, “Irak Korban Ambisi Kaum Hawkish”, dan “Musafir dari Polandia: Paus Yohanes Paulus II”.

Ketiga buku Trias tentang Irak, diresensi oleh Satrio Arismunandar, yang pernah bekerja di Kompas dan sekarang produser Trans TV dalam blognya. Saya kutip sebagian resensi Satrio tentang buku-buku Trias soal Irak sebagai berikut

Tiga buku yang terbit beruntun dari Februari 2004 sampai Juli 2005 ini, menggaribawahi keseriusan Trias, untuk tidak tanggung-tanggung dalam mengeksplorasi berbagai aspek dari konflik Irak. Trias, yang kebetulan lulusan Jurusan Hubungan Internasional Fisipol UGM, ini memang punya cukup bekal untuk melakukannya.
Berbeda dengan para pengamat di Indonesia, yang biasa mengulas hanya berdasarkan pemberitaan media massa, Trias telah mengunjungi daerah konflik dan merasakan “aura” konflik tersebut. Artinya, Trias memiliki sense dan perspektif berdasarkan pengamatan langsung di lapangan. Hal ini memberi warna dan aksentuasi khas pada tulisan dan ulasannya.
Kehadiran buku yang disunting secara cermat ini amat bermanfaat bagi kalangan jurnalis, akademisi, ataupun mahasiswa yang meminati politik Timur Tengah.

Apresiasi perlu diberikan pada Trias, karena melengkapi bukunya dengan daftar pustaka, dari buku, koran, majalah, jurnal, bahkan sumber internet! Kalaupun ada yang bisa dikritik dari tiga buku ini adalah desain kulit mukanya yang terkesan konvensional dan konservatif. Meski begitu, pencantuman sejumlah foto di halaman dalam, diharapkan bisa menyegarkan pembaca dan mengurangi kesan berat dalam analisisnya
James Luhulima: Hari-hari Terpanjang
Sedangkan buku James Luhulima yang mengalami cetak ulang ketujuh pada tahun 2008 ini adalah “Hari-Hari Terpanjang Menjelang Mundurnya Presiden Soeharto“. Sejak diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas pada tahun 2001, buku yang mengulas kejatuhan Soeharto itu sudah dicetak kali ketujuh.

Hari-hari menjelang mundurnya Presiden Soeharto dari jabatannya dan beberapa hari sesudahnya adalah hari-hari yang penuh dengan ketidakpastian. Sulit menentukan sesuatu peristiwa atau keadaan itu benar-benar terjadi atau hanya sekadar desas-desus (rumor). Misalnya adanya pergerakan pasukan di luar komando atau kebenaran Soeharto akan mengundurkan diri. Di sisi lain banyak peristiwa dan keadaan yang belum diketahui masyarakat luas terutama kejadian-kejadian di lingkungan jalan Cendana dan Istana Kepresidenan. Dalam kaitan itulah Kompas melalui buku ini mencoba untuk mengungkapkan secara kronologis dan detail fakta peristiwa dan keadaan menjelang saat-saat dan sesudah Presiden Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 12 Mei 1998.”

Buku James Luhulima yang laris manis ini dapat pula dipesan lewat toko buku maya, amazon.com. Anda tertarik? Silakan beli buku-buku bermutu karya James dan Trias ini.
FOTO di blog ini foto Trias Kuncahyono dengan buku “Bulan Sabit di Atas Baghdad” dan James Luhulima dengan buku “Hari-hari Terpanjang”. Foto-foto oleh R Adhi Kusumaputra/Kompas Daily. Catatan: Thanks to Satrio, atas kutipan resensi dari blog Anda.