Pulau Temajo, Keindahan yang Menunggu Sentuhan

KOMPAS

Minggu, 15 Feb 1998

Halaman: 18

Penulis: ADHI KSP


PULAU TEMAJO, KEINDAHAN YANG MENUNGGU SENTUHAN

KALIMANTAN Barat beruntung memiliki Pulau Temajo yang terletak di
perairan wilayah Kabupaten Pontianak. Dari muara Sungai Kunyit,
sekitar 86 km dari kota Pontianak, Pulau Temajo dapat ditempuh dengan
perahu motor dalam waktu sekitar 45 menit.

Pulau seluas 700 hektar ini sebagian besar masih berupa hutan
belantara. Namun sejak tahun 1989, sebagian kecil Pulau Temajo yang
merupakan tanah warisan, mulai digarap menjadi tempat peristirahatan
pribadi dengan dibangunnya sejumlah vila.

Aman S (60) penduduk kelahiran Sungai Kunyit yang memiliki tanah
warisan seluas delapan hektar dari kakeknya, Ali, merupakan pionir
yang mengupayakan Pulau Temajo sebagai tempat wisata alam. Secara
bertahap, Aman membangun vila atau rumah peristirahatan di tepi pantai
di kawasan Teluk Paku.

“Mula-mula kami membangun vila ini sebagai tempat peristirahatan
pribadi. Namun sejak tiga tahun terakhir, animo masyarakat Kalbar
cukup besar mendatangi pulau ini. Pada hari-hari libur, vila di sini
selalu penuh disewa,” ungkap Aman.

Padahal vila miliknya cuma tiga unit. Satu rumah memiliki dua
kamar, lengkap dengan dapur dan kamar mandi. Kapasitasnya enam orang.
Harga sewa per rumah Rp 100.000. Biaya ini sekadar untuk biaya listrik
dan kebersihan. “Mereka yang mau datang ke Pulau Temajo cukup membawa
beras dan sayur-sayuran. Mereka bisa masak di sini. Bahkan bisa
membeli ikan dan sotong (cumi-cumi) yang masih segar, dan langsung
memasaknya,” jelas Aman.

Antusiasme masyarakat menyewa vila di pulau itu begitu besar.
Seringkali terjadi mereka yang datang ke pulau, jumlahnya puluhan,
bahkan pernah lebih dari seratus orang. Alhasil, sebagian mereka yang
datang, khususnya laki-laki, terpaksa tidur beralas tikar di luar,
sambil mendengar deburan ombak dan merasakan desiran angin laut.
Perempuan dan anak-anak tidur di dalam rumah, tentunya harus
berdesak-desakan.

Pulau ini betul-betul masih perawan. Air laut di sekeliling pulau
ini masih jernih, belum terkena polusi. Udaranya pun segar. Pada
saat-saat tertentu, di sekitar perairan pulau ini terlihat lumba-lumba
berenang. Bahkan paus pun pernah terlihat di kawasan itu. Pada tahun
1991 lalu, seekor paus terdampar mati di tepi pantai. Bekas tengkorak
dan rahangnya kini dijadikan “monumen” di depan vila Aman.

Pulau ini memiliki lima teluk, salah satunya Teluk Paku. Meski
pantai di kawasan Teluk Paku tidak begitu panjang, namun pilihan
membangun vila di kawasan ini dengan berbagai pertimbangan. Di
antaranya karena Teluk Paku memiliki sumber mata air gunung yang tak
habis-habisnya. Pada musim kemarau pun, air gunung terus mengalir.

“Memang ada lokasi pantai yang panjangnya sekitar satu kilometer,
yaitu pantai Pasirpanjang. Namun di sana, tak ada sumber mata air
gunung sehingga belum ada yang mau membangun vila di kawasan pantai
Pasirpanjang,” ungkap Aman yang terlahir dari keluarga nelayan.
***

BESARNYA minat masyarakat mencari tempat peristirahatan bernuansa
pantai dan laut, memang dirasakan pemilik vila di Pulau Temajo. Bukan
hanya warga Indonesia yang menyewa vila, tapi banyak wisatawan
mancanegara yang sengaja mencari kesegaran laut. “Pernah ada
seorang WN Australia yang berniat membeli vila-vila kami berikut
tanahnya, namun kami tolak,” kisah Aman. Pemandangan alam yang indah
di Pulau Temajo, memang membuat wisatawan terkagum-kagum.

Sayangnya, Pulau Temajo masih digarap secara tradisional. Mereka
yang hendak ke pulau ini, harus berhenti di daerah Sungai Kunyit,
sekitar 86 km dari kota Pontianak. Setelah itu baru menyewa perahu
motor nelayan yang diparkir di dekat bawah jembatan di tepi jalan raya
Pontianak-Sambas. Perahu motor kemudian menyusuri anak sungai,
melintas di perkampungan nelayan kira-kira 700 meter, untuk menuju
muara.

Jika air surut di muara, perahu motor agak kesulitan melaju karena
terlalu banyak lumpur. Dengan bambu panjang, nelayan yang menyewakan
perahu berusaha sekuat tenaga mengayuh. Bahkan mereka terpaksa
menceburkan diri untuk mendorong perahu menuju laut.

Melihat potensi wisata yang besar, Pemda Tingkat II Kabupaten
Pontianak mulai berpikir mengembangkan Pulau Temajo lebih serius.
Bupati Pontianak Drs Henri Usman beberapa waktu lalu membawa sejumlah
pejabat dari instansinya.

“Memang ada rencana membangun jalan lingkar di pulau ini. Jalan
sepanjang 10 km dengan lebar tiga meter, nantinya dapat dilintasi
sepeda motor,” jelas Kahumas Pemda Kabupaten Pontianak Drs Jailani.
Selain itu, pemda setempat juga berencana membangun dermaga di
sekitar perkampungan nelayan Sungai Kunyit agar perahu motor tak usah
masuk ke anak sungai dan terpengaruh pasang-surutnya air.

Di samping itu, untuk mengantisipasi perkembangan wisata di masa
depan, dermaga dapat dijadikan tempat parkir speed-boat. Jika
menggunakan speed-boat, waktu tempuh dari Sungai Kunyit ke Pulau
Temajo sekitar 5-10 menit.

Kehadiran Pulau Temajo, memang menguntungkan nelayan Sungai
Kunyit. Kini mereka memperoleh penghasilan tambahan dari hasil sewa
perahu motor, terutama pada akhir pekan. Menurut nelayan Isak (48)
dalam satu bulan ia bisa memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp
400.000 dari hasil antar-jemput mereka yang datang ke Pulau Temajo.
“Jika ditambah dengan hasil melaut, penghasilan saya bisa sampai Rp 1
juta sebulan,” ungkap Isak bangga.

Seandainya pemda jadi membangun jalan lingkar, wisatawan lebih
mudah untuk mengelilingi pulau ini. Hutan belantara dengan tanjakan
gunung yang curam, sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata
alam seperti mendaki. Pemda dapat membangun jalan setapak di hutan
agar wisatawan dapat menikmati suasana hutan dengan aman dan nyaman.

Di puncak gunung, Pemda juga dapat membangun pondokan agar mereka yang mendaki (hiking) dapat beristirahat sejenak, untuk kemudian turun
menyusuri hutan lagi.

Kolam-kolam ikan di sana pun sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai
obyek wisata mancing. Mereka yang datang ke Pulau Temajo dapat
memancing ikan dan langsung menimbangnya, untuk kemudian membawa
pulang ikan-ikan hasil pancingan. Pemda juga dapat menambah jumlah
vila atau cottage di Pulau Temajo, karena sebagian besar tanah di sana
tanah negara.

Ini memang baru gagasan. Yang terpenting adalah perhatian serius
pemerintah untuk mewujudkan gagasan menjadi kenyataan. Jika pemda
membangun jalan lingkar di Pulau Temajo dan juga membangun dermaga di
kawasan Sungai Kunyit, setidaknya hal ini akan memancing investor
swasta menanamkan modalnya dalam sektor pariwisata di sana.

Pulau Temajo memang ibarat perawan cantik yang membutuhkan
sentuhan pemerintah dan swasta segera. Kasihan, kalau terlalu lama
ditelantarkan… (adhi ksp)

Foto:
Kompas/ksp
BUTUH SENTUHAN – Pulau Temajo yang cantik menunggu sentuhan, baik
sarana maupun prasarana. Alangkah nyamannya bila pengunjung tak
bersusah payah mencapai tempat ini dan bisa menikmati menginap di
sini dengan penginapan yang nyaman serta aman.

LINK TERKAIT http://www.kalbar.go.id/


About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s